Wulan Sari: Pembukaan SKKN II Tandai 'Wis Wayahe' KOPRI Menguatkan Kapasitas Gerakan dan Ruang Strategis

KOPRI.ID - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali mencatatkan agenda penting dalam proses kaderisasi perempuan dengan dibukanya Sekolah Kader KOPRI Nasional (SKKN) II yang berlangsung di Kantor PB PMII, Jakarta. Kegiatan bertema “Empowering Future Leaders in Our Community” ini menjadi penanda komitmen KOPRI dalam memperkuat kapasitas intelektual dan kepemimpinan kader perempuan di seluruh Indonesia pada Selasa (25/11).

Pembukaan SKKN II ini dihadiri oleh seluruh pengurus Biro KOPRI PB PMII serta perwakilan KOPRI PKC dari berbagai provinsi. Total 50 peserta akan mengikuti rangkaian pelatihan intensif yang dijadwalkan berlangsung pada 26–29 November 2025 di Asrama Haji Bekasi.

Ketua Pelaksana SKKN II sekaligus Ketua Bidang Kaderisasi PB KOPRI, Dewi Avivah, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan pondasi utama dalam tubuh KOPRI. Menurutnya, SKKN II bukan sekadar kegiatan rutin, melainkan ruang strategis untuk melakukan transformasi pengetahuan dan memperkuat arah gerakan perempuan PMII.

“Sekolah Kader KOPRI Nasional ini menjadi patron utama untuk melakukan transformasi pengetahuan. Materi mungkin tidak kami ubah sepenuhnya, tetapi kami melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan zaman. Kami ingin sahabat-sahabat bukan hanya menjadi bagian dari KOPRI, tetapi tampil sebagai promotor dan agen perubahan,” ujar Dewi.

Ia menambahkan bahwa perubahan besar dalam tubuh KOPRI tidak mungkin terjadi tanpa dukungan penuh dari PMII secara keseluruhan. Sinergi antarmodal gerakan dinilai menjadi kunci dalam mempercepat kemajuan organisasi.

“Kemajuan KOPRI bukan hanya tugas kader perempuan, tetapi memerlukan dukungan para sahabat PMII. Mari kita bekerja bersama melakukan kerja-kerja organisasi secara maksimal,” tegasnya.

Dalam sambutannya, Ketua Umum PB KOPRI PMII, Wulan Sari, memberikan pesan kuat mengenai pentingnya kepercayaan diri dan keberanian kader perempuan dalam mengambil peran strategis.

Wulan mengungkapkan bahwa momen pembukaan SKKN bukan hanya seremoni, tetapi momentum reflektif bagi kader KOPRI untuk menyadari besarnya ruang aktualisasi yang masih terbuka lebar.

“Ketika kita menyanyikan Indonesia Raya dan Mars PMII, muncul bisikan bahwa masih banyak ruang yang belum direngkuh sahabat-sahabat KOPRI. Sudah waktunya KOPRI tampil, berani, tegas, dan punya mentalitas kuat untuk mengambil posisi strategis,” kata Wulan.

Ia menegaskan bahwa kompetensi yang ditempa sejak jenjang kaderisasi mulai dari MAPABA, SIG, PKN hingga SKKN harus diwujudkan dalam pengabdian nyata yang bermanfaat bagi umat, bangsa, dan negara.

“Tidak boleh ada lagi ruang-ruang insecurity. Sudah saatnya tampil percaya diri dan menunjukkan kapasitas. KOPRI harus hadir dengan keberanian dan kualitas,” tambahnya.

SKKN II 2025 diharapkan menjadi momentum penting bagi gerakan perempuan PMII untuk melahirkan pemimpin masa depan yang progresif, berwawasan luas, dan berkomitmen terhadap transformasi sosial.

Dengan mengusung tema Empowering Future Leaders in Our Community, kegiatan ini menegaskan bahwa KOPRI bukan hanya tempat kaderisasi, tetapi rumah bagi calon-calon pemimpin perempuan Indonesia yang siap mengisi ruang strategis di berbagai sektor.**