Usai Diluncurkan KOPRI PB PMII, Koperasi Inspirasi Berkarya Siapkan Langkah Strategis di Tahap Awal
KOPRI.ID - KOPRI PB PMII resmi meluncurkan Koperasi Inspirasi Berkarya pada Puncak Harlah KOPRI Ke 58 sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi kader perempuan secara berkelanjutan.
Peluncuran Koperasi Inspirasi Berkarya ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang KOPRI PB PMII untuk membangun ekosistem ekonomi kolektif yang profesional, inklusif, dan berdaya saing.
Koperasi Inspirasi Berkarya ini diposisikan tidak hanya sebagai unit usaha organisasi, tetapi juga sebagai ruang pengembangan potensi ekonomi kader di berbagai daerah.
Ketua Koperasi Inspirasi Berkarya Septi Riana Putri mengatakan pembentukan koperasi tersebut merupakan ikhtiar organisasi untuk menjawab kebutuhan kader terhadap akses ekonomi yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.
“Koperasi Inspirasi Berkarya kami rancang sebagai instrumen jangka panjang untuk membangun kemandirian ekonomi kader. Ini bukan program periodik kepengurusan, tetapi bagian dari strategi besar KOPRI dalam memperkuat daya saing ekonomi perempuan,” ujar Septi.
Pada tahap awal pengembangan atau enam bulan pertama, koperasi tersebut akan memfokuskan diri pada penguatan fondasi kelembagaan.
Langkah yang dilakukan meliputi penyelesaian legalitas koperasi, pendataan keanggotaan, serta penghimpunan simpanan pokok dan simpanan wajib sebagai modal awal.
Sejumlah unit usaha juga mulai dioperasikan, antara lain unit simpan pinjam, penjualan merchandise resmi KOPRI, serta soft-launch marketplace sebagai kanal pemasaran kolektif.
Selain itu, koperasi mengembangkan managed marketplace KOPRI dan program pengadaan kebutuhan pokok secara massal bagi anggota.
Septi menjelaskan, koperasi ini mengusung model Koperasi Serba Usaha (KSU) agar mampu menjawab kebutuhan ekonomi anggota secara lebih komprehensif.
“Kami tidak ingin kader hanya menjadi anggota pasif. Melalui koperasi ini, kader didorong menjadi pelaku usaha, baik di sektor UMKM, ekonomi kreatif, maupun jasa profesional, dengan dukungan modal, produksi, dan akses pasar secara kolektif,” katanya.
Dalam operasionalnya, koperasi mengelola sejumlah unit usaha, di antaranya unit simpan pinjam untuk akses permodalan produktif dan konsumtif, unit produksi dan pemasaran yang berfokus pada pengembangan produk kolektif seperti fashion dan merchandise KOPRI, serta unit jasa profesional berbasis keahlian kader.
Koperasi ini juga membuka ruang bagi kader di daerah untuk terlibat langsung sebagai pelaku usaha.
Melalui akses modal produktif, fasilitas produksi bersama, dan jaringan pemasaran kolektif, anggota diharapkan mampu mengembangkan usaha tanpa harus menanggung beban modal awal yang besar secara mandiri.
Dalam jangka menengah dan panjang, Koperasi Inspirasi Berkarya menargetkan kemitraan strategis dengan berbagai pihak eksternal, termasuk korporasi, BUMN melalui skema tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta lembaga pemerintah yang memiliki program pemberdayaan perempuan.
“Kemitraan menjadi bagian penting dari roadmap koperasi. Kami membuka ruang kerja sama dengan korporasi, BUMN, dan pemerintah agar koperasi ini dapat tumbuh secara sehat, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Septi.
KOPRI PB PMII menargetkan Koperasi Inspirasi Berkarya ini berkembang secara bertahap melalui roadmap pengembangan hingga dua sampai tiga tahun ke depan, dengan fokus pada penguatan kelembagaan, perluasan unit usaha, dan kemitraan nasional.
Melalui koperasi ini, KOPRI berharap dapat membangun basis ekonomi kader perempuan yang tangguh dan berdampak luas.**