PERS RILIS KOPRI PB PMII : Perempuan Bergerak, Rakyat Melawan!

KOPRI.ID - KOPRI PB PMII mengecam keras tindakan represif aparat dalam aksi demonstrasi 25 dan 28 Agustus di depan Gedung DPR/MPR RI. Kekerasan yang dilakukan, mulai dari pemukulan, penangkapan sewenang-wenang, hingga insiden memalukan ketika kendaraan Brimob melindas pengemudi ojek online menjadi bukti nyata bahwa negara semakin kehilangan akal sehatnya dalam menghadapi suara rakyat.

Bagi kami, kekerasan ini bukan sekadar insiden. Ia adalah tanda bahwa negara semakin alergi terhadap kritik, semakin menutup telinga terhadap jeritan mahasiswa, buruh, dan rakyat kecil yang menuntut keadilan. Di tengah krisis ekonomi, di saat harga kebutuhan pokok melambung, penguasa justru membalas suara rakyat dengan gas air mata dan pentungan.

KOPRI PB PMII menegaskan: tidak ada demokrasi sejati ketika tubuh rakyat dihantam, ketika jalanan dipenuhi darah dan tangisan, ketika negara memilih berpihak pada modal dan kekuasaan ketimbang keselamatan warganya.

KOPRI menegaskan beberapa sikap:

  1. Menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan represif terhadap rakyat yang menyuarakan aspirasi.
  2. Mendesak proses evaluasi besar-besaran yang harus mengusut tuntas segala bentuk pelanggaran HAM, kekerasan, dan tindakan represif yang terjadi. Pemerintah dan seluruh stakeholder harus bertanggung jawab penuh untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat serta menjaga keutuhan bangsa.
  3. Mendesak DPR dan pemerintah agar membuka ruang dialog substantif, bukan hanya formalitas, dalam setiap proses legislasi.
  4. Mengingatkan bahwa perempuan dan kelompok rentan adalah pihak yang paling terdampak dari praktik hukum yang diskriminatif dan represif.
  5. Mengajak seluruh elemen gerakan mahasiswa, masyarakat sipil, dan organisasi perempuan untuk terus mengawal agar hukum benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada elit.

Kami menyerukan kepada seluruh kader perempuan pergerakan, mahasiswa, dan rakyat Indonesia: jangan gentar! Suara kita tak bisa dipadamkan dengan kekerasan. Perlawanan ini bukan sekadar soal demonstrasi, tapi soal mempertahankan martabat bangsa agar tidak diinjak-injak oleh aparatus yang lupa bahwa mereka digaji dari keringat rakyat.

Hidup mahasiswa! Hidup rakyat! Hidup perempuan yang melawan!

KOPRI PB PMII
Jakarta, 29 Agustus 2025