Peluncuran Modul Fasilitator KOPRI PB PMII : Wujud Sinergi Gagasan Nasional Menuju Kaderisasi Inklusif

KOPRI.ID — Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PB PMII) resmi meluncurkan Modul Fasilitator Nasional pada 30 Juli 2025 di Gedung PBNU sebuah langkah strategis yang menandai babak baru dalam konsolidasi kaderisasi perempuan di Indonesia. 

Peluncuran ini menjadi puncak dari rangkaian kegiatan Fasilitator Nasional yang diadakan bersama LAKPESDAM PBNU sebagai mitra pengembang materi dan penyunting modul.

Peluncuran modul ini bukan sekadar seremoni penutup, tetapi menjadi titik penting dalam penguatan metodologi kaderisasi berbasis gender, nilai, dan pendekatan partisipatoris.

“Tentu saja, modul ini akan menjadi standar nasional untuk setiap pendistribusian fasilitator dari KOPRI PB PMII. Modul tersebut nantinya akan digunakan dalam aktivitas pendampingan kaderisasi baik di PKC maupun Cabang, dan semoga bisa diturunkan hingga tingkat Komisariat dan Rayon sebagai percontohan,” ujar Dewi Avivah, Ketua Bidang Kaderisasi Nasional KOPRI PB PMII.

Modul ini tidak disusun dalam ruang hampa. Sebelumnya, seluruh pengurus dan peserta yang tergabung dalam kegiatan fasilitator nasional dilibatkan dalam proses perumusan ide dan gagasan.

Hasilnya, materi-materi dalam modul ini dirancang saling terhubung, menggambarkan praktik fasilitasi yang tidak hanya teknis, tetapi juga berdasarkan nilai dan konteks lokal.

“Sebetulnya tidak ada materi khusus. Semua konten dalam modul ini berkesinambungan dan juga saling menguatkan, sebagaimana kerja fasilitator yang pada intinya memberikan pemahaman tentang metode, teknik, hingga proses fasilitasi dalam agenda-agenda KOPRI,” tambah Dewi.

Meski telah diluncurkan, modul ini belum akan langsung tersedia dalam bentuk digital.

KOPRI PB PMII saat ini tengah menyiapkan hak cipta dan kepemilikan intelektual sebagai bagian dari upaya perlindungan dan legalitas konten.

"Untuk sementara, modul hanya akan disediakan dalam bentuk cetak. Soft file akan kami distribusikan secara terbuka setelah hak cipta selesai," ungkapnya.

Peluncuran modul ini sekaligus menjadi instrumen resmi dalam distribusi fasilitator dari KOPRI PB PMII ke seluruh wilayah Indonesia.

Modul akan digunakan dalam pelatihan fasilitator di tingkat PKC dan Cabang sebagai bekal pelaksanaan kaderisasi formal seperti SKK.

“Kami juga akan mendorong seluruh PKC se-Indonesia untuk mengadakan pelatihan fasilitator berbasis modul ini, agar ada standarisasi sekaligus kesinambungan dalam penguatan kaderisasi perempuan,” tegasnya.

Langkah ini menandai komitmen KOPRI PB PMII untuk tidak hanya memperluas akses kepemimpinan perempuan, tetapi juga membangun sistem kaderisasi yang kokoh dan terstruktur, dengan modul sebagai peta jalan utama.**