Peluang Emas! Beasiswa Pendampingan S2/S3 ke Luar Negeri Resmi Dibuka, Berikut Link Pendaftarannya

KOPRI.ID - Kabar baik bagi sahabat pergerakan yang bercita-cita melanjutkan studi ke luar negeri. Program Beasiswa Pendampingan Persiapan S2/S3 ke Luar Negeri resmi dibuka dan menjadi peluang strategis bagi calon mahasiswa yang memiliki mimpi besar namun belum memiliki kesiapan teknis, khususnya dalam aspek bahasa dan seleksi akademik.

Program ini merupakan kolaborasi filantropi pendidikan yang menghadirkan pendampingan intensif berupa kursus Bahasa Inggris dan fasilitasi tes IELTS, sebagai bekal utama bagi penerima manfaat yang ingin menembus kampus-kampus luar negeri. Beasiswa ini dirancang tidak hanya untuk mereka yang sudah siap, tetapi justru untuk kader dan aktivis yang memiliki potensi, komitmen, serta semangat pengabdian.

Dalam mekanisme seleksinya, program ini terbuka bagi lulusan S1 yang ingin melanjutkan ke jenjang S2 maupun lulusan S2 yang berencana menempuh pendidikan S3. Sejumlah persyaratan administratif dan akademik diberlakukan, mulai dari kepemilikan ijazah, IPK minimal, surat motivasi, hingga komitmen pengabdian pascastudi.

Yang menarik, beasiswa ini juga menekankan nilai keadilan akses pendidikan. Artinya, peluang terbuka luas bagi kader pergerakan yang selama ini terkendala biaya persiapan studi luar negeri, seperti kursus bahasa dan tes internasional yang tidak murah.

Pendaftaran beasiswa ini dibuka dalam waktu terbatas, yakni 16–23 Desember 2025. Para calon pendaftar diimbau untuk segera mempersiapkan dokumen dan mendaftar sebelum batas waktu berakhir.

Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan global tidak hanya milik segelintir orang, tetapi dapat diakses oleh kader pergerakan yang memiliki visi keumatan, kebangsaan, dan kemanusiaan.

Bagi sahabat pergerakan yang tertarik, pendaftaran dapat dilakukan secara daring melalui link berikut www.nuscholarship.or.id

Informasi lebih detail bisa melalui 0878-0340-1030 Aldilah Mayang (Wakil Sekretaris Bidang Pendidikan KOPRI PB PMII) 

Jangan lewatkan kesempatan ini. Saatnya kader pergerakan mengambil peran di level global melalui jalur pendidikan.