Pelatihan Bakery & Pastry untuk Gen Z, Kolaborasi BBPVP Bekasi dan KOPRI PB PMII Siapkan SDM Unggul!

KOPRI.ID - BBPVP Bekasi menghadirkan wadah belajar yang seru dan bermanfaat bagi generasi muda. Pada Selasa, 4 November 2025, pelatihan vokasi Tailor Made Training (TMT) bidang Bakery dan Pastry resmi dimulai, hasil kolaborasi antara BBPVP Bekasi dan Bidang Ketenagakerjaan KOPRI PB PMII.

KOPRI PB PMII menjalin kolaborasi strategis ini dalam rangka mengembangkan program pelatihan keterampilan bagi perempuan muda. Kerja sama ini difokuskan pada penguasaan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja saat ini.

Cici Arianti, Ketua Bidang Ketenagakerjaan PB KOPRI PMII, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bukan sekadar pelatihan teknis.

"Bidang Ketenagakerjaan KOPRI PB PMII mengambil peran aktif dalam perencanaan, koordinasi, dan fasilitasi program pelatihan. Kami memastikan program ini menjadi wadah pembinaan kepemimpinan, pemberdayaan mental, serta peningkatan soft skills bagi peserta," ungkapnya. 

Ia menambahkan bahwa pihaknya juga bertanggung jawab dalam memilih peserta yang tepat, memotivasi kader perempuan untuk terlibat, serta mengawal keberlanjutan program melalui pendampingan pasca-pelatihan dan jaringan pemasaran.

Menurut Cici, peningkatan keterampilan merupakan kebutuhan mendesak di era digital dan revolusi industri 5.0, terutama bagi perempuan muda yang kerap menghadapi hambatan sosial, ekonomi, dan budaya. 

"Penguasaan keterampilan bukan sekadar pelengkap, tetapi fondasi kemandirian dan keberdayaan perempuan. Dengan keterampilan seperti bakery dan pastry, mereka dapat membuka peluang usaha sendiri, meningkatkan penghasilan, dan berkontribusi pada ekonomi keluarga bahkan komunitas," jelasnya.

Sementara itu, Wulan Sari, Ketua KOPRI PB PMII menekankan harapannya bagi para peserta. "Kami ingin peserta tidak hanya menguasai keterampilan teknis membuat roti atau kue, tetapi juga bangkit sebagai agen perubahan di lingkungannya. Kami berharap mereka berani membuka usaha sendiri, menjadi role model, serta mengembangkan jiwa kreatif dan wirausaha," ujar Wulan.

Kerja sama ini dianggap sebagai bentuk nyata pemberdayaan ekonomi berbasis keterampilan. Menurut Cici, "Kami membangun model pelatihan yang bukan hanya mengajar, tetapi menggerakkan. Perempuan muda dibekali keahlian praktis, wawasan bisnis dan digital marketing, sehingga mereka dapat mandiri secara ekonomi. Langkah kecil ini diharapkan mampu menginspirasi perubahan besar di komunitas dan daerah."

Kolaborasi KOPRI PB PMII dan BBPVP Bekasi menjadi salah satu upaya strategis dalam memperkuat ekosistem ekonomi yang inklusif, sekaligus meningkatkan kualitas kader perempuan PMII agar mampu bersaing dan berkontribusi nyata bagi pembangunan sosial-ekonomi di tingkat lokal.**