Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Pesan KOPRI PB PMII Jelang Natal 2025
KOPRI.ID - Menjelang perayaan Natal 2025, Pengurus Besar Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PB PMII) menegaskan pentingnya menjaga toleransi dan merawat keberagaman sebagai fondasi utama kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.
Pernyataan tersebut disampaikan Ketua langsung Bidang Agama KOPRI PB PMII, Noor Khayati yang menilai bahwa perayaan hari besar keagamaan termasuk Natal merupakan keniscayaan dalam konteks masyarakat Indonesia yang majemuk dan plural.
Menurut Khayati, Indonesia memiliki tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari sisi bahasa, agama, etnis, maupun aliran kepercayaan. Kondisi tersebut tentunya dapat menjadi identitas sekaligus kekuatan bangsa yang harus terus dijaga bersama.
“Dalam konteks masyarakat majemuk, perayaan Natal maupun hari besar keagamaan lainnya adalah sebuah keniscayaan. Indonesia memiliki lebih dari 700 bahasa, enam agama, serta berbagai aliran kepercayaan dan etnis yang beragam,” ujar Noor Khayati dalam keterangannya pada Selasa (23/12).
Ia menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki hak konstitusional untuk menjalankan ibadah sesuai dengan keyakinannya masing-masing sesuai yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.
“Setiap warga negara memiliki hak untuk menjalankan peribadatannya dan hal tersebut dijamin secara tegas dalam UUD 1945,” katanya.
Sebagai organisasi perempuan muda di lingkungan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), KOPRI PB PMII menempatkan isu toleransi dan kerukunan umat beragama sebagai bagian penting dari agenda penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial dan kebangsaan. KOPRI memandang perempuan memiliki posisi strategis sebagai penjaga nilai-nilai kemanusiaan, moderasi, dan perdamaian, baik di ruang keluarga maupun ruang publik.
Dalam pandangan KOPRI, momentum perayaan Natal 2025 menjadi ruang refleksi bersama untuk mempertahankan kepribadian Indonesia yang moderat dan plural, sebagaimana nilai Bhinneka Tunggal Ika. Sikap saling menghormati dan menghargai perbedaan dinilai menjadi kunci dalam merawat persatuan di tengah dinamika sosial yang terus berkembang.
“Bagi KOPRI ini adalah momen untuk menjaga dan merawat keberagaman. Kita perlu mempertahankan kepribadian Indonesia yang moderat dan plural, dengan saling menghormati serta menghargai perbedaan,” tegas Noor.
KOPRI PB PMII berharap perayaan Natal 2025 dapat berlangsung dengan aman, damai, dan penuh semangat persaudaraan, sekaligus memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam menjaga kerukunan umat beragama dan persatuan nasional.**