KOPRI Peduli, Wujud Nyata Cinta Perempuan Muda untuk Indonesia
KOPRI.ID - Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI) PB PMII resmi meluncurkan Gerakan KOPRI Peduli & Santunan sebagai bagian dari bakti menyambut 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia. Acara berlangsung di Aula Gedung Kementerian Sosial RI, Salemba, Jakarta Pusat, Jumat (15/8).
Peluncuran gerakan ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Staf Khusus Menteri Sosial Abdul Malik Haramain, Ketua Umum PB PMII Shofiyullah Cokro, Kasubdit Pembangunan Sumber Daya Manusia Direktorat Sosial Budaya Baintelkam POLRI Kombes Pol Tony Budhi Susetyo, SIK, MH dan aktivis kemanusiaan Muhammad Husein Gaza, Ketua Umum Kowani Nannie Hadi Tjahjanto, serta para alumni dan kader KOPRI dari berbagai daerah.
Ketua Umum KOPRI PB PMII, Wulan Sari, menegaskan bahwa sejak awal KOPRI aktif mengadvokasi kelompok marjinal. Melalui program ini, pihaknya ingin gerakan sosial KOPRI menjadi lebih sistematis.
“Selama ini KOPRI aktif mengadvokasi kelompok termarjinalkan. Melalui KOPRI Peduli kami ingin memformalkan gerakan sosial yang sudah berjalan agar lebih terstruktur dan berdampak,” ujarnya.
Ketua Umum PB PMII, Shofiyullah Cokro, menyampaikan apresiasinya atas peluncuran ini. Ia menyebut, gerakan KOPRI Peduli adalah bukti nyata komitmen kader PMII untuk mengabdi pada masyarakat.
“Sebagai kader PMII, kita harus berani. Hidup harus khidmat. Launching KOPRI Peduli adalah gerakan nyata. Atas nama PB PMII, saya mengucapkan selamat atas peluncuran ini. Semoga menjadi gerakan yang menginspirasi hingga akhir periode nanti,” ucapnya.
Staf Khusus Menteri Sosial, Abdul Malik Haramain, menilai inisiatif KOPRI PB PMII sejalan dengan program pemerintah, khususnya dalam bidang rehabilitasi sosial.
“Kami berharap acara ini menginspirasi teman-teman mahasiswa untuk terus peduli kepada kaum lemah. Kemensos RI siap berkolaborasi, termasuk dalam pengelolaan Sekolah Rakyat yang menjadi program Presiden untuk memutus mata rantai kemiskinan,” tuturnya.
Ketua Bidang Sosial KOPRI, Nur Syam Wokas menjelaskan beberapa langkah awal setelah peluncuran program. Di antaranya adalah pembentukan tim kerja inti, penyusunan roadmap jangka pendek dan panjang, kampanye publik, hingga aksi simbolik pertama sebagai tanda eksistensi KOPRI Peduli.
Ia juga menegaskan bahwa program ini tidak bersifat insidental, melainkan platform jangka panjang untuk menaungi berbagai kegiatan sosial, advokasi, dan pemberdayaan.
“Relawan akan direkrut secara bertahap, dimulai dari kader internal lalu dibuka untuk publik. Mereka akan diberi orientasi singkat agar memahami visi dan mekanisme kerja KOPRI Peduli,” jelasnya.
Lebih lanjut, KOPRI Peduli dirancang bersifat lintas isu dengan fokus pada beberapa prioritas antara lain, kesehatan reproduksi dan mental perempuan, pendidikan dan literasi gender, pemberdayaan ekonomi, respon bencana, serta perlindungan perempuan dan anak dari kekerasan.
Dalam menjalankan programnya, KOPRI Peduli akan menggandeng sejumlah mitra strategis, baik internal (struktur PMII), pemerintah, NGO, lembaga donor, akademisi, hingga media massa untuk memperkuat kampanye publik.
Dengan peluncuran KOPRI Peduli, KOPRI PB PMII berharap gerakan sosial yang dilakukan dapat memberikan dampak nyata sekaligus memperkuat peran mahasiswa, khususnya perempuan, dalam mengatasi persoalan masyarakat.**