KOPRI PB PMII turut serta Berdiskusi dengan Mahasiswa Harvard hingga Cambridge tentang Pendidikan NU dan Islam Nusantara bagi Masa Depan Peradaban Dunia
KOPRI.ID - KOPRI PB PMII berkesempatan menjadi bagian dari forum diskusi strategis bersama puluhan mahasiswa internasional dari universitas ternama dunia seperti Harvard University, University of Cambridge, dan sejumlah kampus bergengsi lainnya yang tergabung dalam Human Fraternity Fellowship di bawah naungan Zayed Award for Human Fraternity.
Pertemuan ini digelar di lantai 5 Gedung PBNU, Jakarta, Rabu (13/8/2025) menjadi ajang dialog lintas budaya dan bangsa yang membahas pendidikan Nahdlatul Ulama (NU) dan peran Islam Nusantara bagi masa depan peradaban dunia.
Acara diawali sambutan Ketua Umum PBNU, KH. Yahya Cholil Staquf, dilanjutkan introductory remarks oleh Miss Emily dari Higher Committee of Human Fraternity.
Diskusi dipandu oleh Ibu Sidrotun Naim, sebelum ditutup dengan penyerahan cenderamata dan sesi foto bersama.
Dalam forum tersebut, PBNU menegaskan bahwa Islam Nusantara adalah kekuatan kebangsaan yang berakar pada kekayaan budaya Indonesia.
Pembahasan meliputi pentingnya textual and heritage Islam, relevansi warisan intelektual (intellectual heritage), hingga tantangan umat Muslim di berbagai konteks politik dunia.
Semua itu diarahkan pada upaya membangun konsensus global demi terciptanya harmoni kehidupan.
Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf menekankan pentingnya modernisasi pendidikan Islam di pesantren dengan memadukan metode tradisional dan sistem pendidikan modern.
Senada, KH. Ulil Abshar Abdalla menggarisbawahi kontribusi ribuan madrasah NU dalam mencetak generasi berdaya saing global.
Ia juga meneladankan sosok Wahid Hasyim sebagai ulama yang berhasil memadukan keilmuan Islam dengan wawasan kebangsaan.
Kehadiran KOPRI PB PMII dalam forum ini mencerminkan keterlibatan aktif perempuan muda Indonesia dalam percakapan global tentang masa depan peradaban.
Mengusung nilai Islam yang ramah, inklusif, dan adaptif, KOPRI PB PMII menunjukkan bahwa perempuan Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun dunia yang damai dan berkeadilan.
Dalam kesempatan ini, Ketua Umum PBNU turut didampingi oleh Bapak Suaedi, Safira Mahcrusah, KH. Ulil Abshar Abdalla, Ajengan Ginanjar, dan Ibu Sidrotun Naim yang turut memberikan warna pada dialog internasional tersebut.**