KOPRI PB PMII dan Lampintar Paripurna Kolaborasi Gelar Pelatihan BHD Nasional
KOPRI.ID - Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi kondisi gawat darurat, Korps Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Putri (KOPRI PB PMII) melalui Bidang Kesehatan resmi membuka Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang digelar secara blended learning selama empat hari, 2–5 Oktober 2025.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara KOPRI PB PMII dan Lembaga Diklat Lampintar Paripurna, dengan sesi daring melalui Zoom Meeting serta praktik langsung di Klinik Manar26, Depok.
Mengusung tagline “First Aid, Real Action”, pelatihan ini dirancang untuk membekali masyarakat awam dengan keterampilan dasar dalam menangani situasi darurat medis sebelum bantuan tenaga profesional tiba.
Dalam pembukaan kegiatan, hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Dr. Surotul Imiyah, SKM, MKM, Ph.D., CEFHLM, Direktur Lembaga Diklat Lampintar Paripurna, Wulan Sari Ketua Umum KOPRI PB PMII dan Dwi Putri, Wasekjend KOPRI PB PMII Bidang Kesehatan serta Sofy Nurul Aini Bendahara Bidang Kesehatan KOPRI PB PMII.
Dr. Surotul dalam sambutannya menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas masyarakat dalam penanganan pertama terhadap kondisi darurat medis.
“Penyelamatan nyawa tidak harus menunggu tenaga medis. Ketika masyarakat memahami dasar-dasar Bantuan Hidup Dasar, potensi keselamatan korban meningkat signifikan. Kolaborasi dengan KOPRI menjadi langkah maju, karena menghadirkan perempuan sebagai garda terdepan dalam edukasi kesehatan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Wulan Sari, Ketua Umum KOPRI PB PMII, menyebut pelatihan ini sebagai bentuk nyata komitmen KOPRI terhadap isu kesehatan dan keselamatan publik.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kader perempuan juga bisa menjadi pelopor dalam penyelamatan nyawa. Ini bukan sekadar pelatihan, tapi gerakan kolektif untuk menjaga Indonesia. Karena itu kami tegaskan, KOPRI Jaga Indonesia,” tutur Wulan.
Dwi Putri, Wasekjend Bidang Kesehatan, menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah awal KOPRI dalam membangun budaya kesiapsiagaan di kalangan masyarakat.
“Kami ingin semua orang mampu menjadi penolong pertama. Pelatihan ini membuka akses agar pengetahuan dan keterampilan dasar tentang BHD tidak hanya dimiliki oleh tenaga medis. Ini bagian dari upaya membangun masyarakat yang peduli dan sigap,” ungkapnya.
Selama empat hari, peserta akan menerima pembekalan teori dan praktik, mencakup pengenalan kondisi kegawatdaruratan, teknik Resusitasi Jantung Paru (CPR), hingga prosedur pertolongan pertama berbasis standar internasional.
Antusiasme peserta terlihat tinggi sejak pendaftaran dibuka. Mereka berasal dari berbagai daerah dan latar belakang profesi, menandakan besarnya minat publik terhadap pelatihan keterampilan kesehatan dasar.
Pelatihan ini diharapkan menjadi pemantik gerakan nasional dalam meningkatkan literasi dan keterampilan kesehatan dasar, dengan perempuan sebagai motor penggeraknya.
Dengan semangat “KOPRI JAGA INDONESIA: FIRST AID, REAL ACTION”, kegiatan ini menegaskan peran strategis KOPRI PB PMII dalam mendorong masyarakat yang lebih tanggap, sigap, dan berdaya dalam menghadapi kondisi darurat medis.**