KOPRI EXPO hingga Konser Amal, Ini Rangkaian Bakti KOPRI untuk Negeri
KOPRI.ID - Menyambut 80 tahun kemerdekaan Republik Indonesia, Korps PMII Putri (KOPRI) Pengurus Besar melalui Bidang Sosial meluncurkan gerakan “KOPRI Peduli”, sebuah inisiatif sosial yang mengusung semangat kemerdekaan sebagai aksi kolektif, bukan sekadar seremoni tahunan.
Ketua Bidang Sosial PB KOPRI, Siti Nur Syam Wokas atau Sirta sapaannya menegaskan bahwa gerakan ini lahir dari kesadaran akan masih jauhnya akses keadilan sosial yang merata di Indonesia, terutama di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
“Urgensinya adalah memastikan bahwa semangat kemerdekaan tidak berhenti pada simbol dan perayaan, tetapi terwujud dalam aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat, khususnya kelompok rentan,” jelas Sirta dalam wawancara langsung (7/8/2025).
Ia juga menyoroti bahwa di usia 80 tahun kemerdekaan, Indonesia masih bergulat dengan masalah ketimpangan sosial, minimnya akses layanan kesehatan, serta rendahnya kesadaran kolektif untuk saling peduli. Dalam konteks itulah KOPRI Peduli hadir menjadi wadah yang menaungi aktivitas sosial yang berkelanjutan.
Dari Donor Darah hingga Edukasi Digital
Mengapa donor darah dan cek kesehatan gratis menjadi pilihan? Menurut Siti, pendekatan ini bukan hanya simbolik, tapi menyasar kebutuhan mendasar masyarakat.
“Stok darah sering menipis, sementara kebutuhan terus meningkat. Cek kesehatan gratis pun sangat dibutuhkan masyarakat, terutama mereka yang jarang memeriksakan diri karena faktor ekonomi,” ujarnya.
Kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai agenda seremonial. KOPRI telah merancang tiga strategi keberlanjutan:
-
Follow-up Program: Data hasil cek kesehatan akan ditindaklanjuti dengan edukasi lanjutan, rujukan medis, atau pendampingan.
-
Kolaborasi Lintas Lembaga: Melibatkan PMI, BNPB, LAZISNU, puskesmas, hingga komunitas lokal agar kegiatan serupa bisa dijadikan agenda berkala.
-
Gerakan Edukasi Digital: Kegiatan ini akan didorong menjadi kampanye berkelanjutan lewat media sosial dan diskusi publik.
“Peduli hari ini berarti berani mengambil bagian dalam mengatasi masalah bersama, tidak hanya menonton dan mengeluh,” ungkap Sirta saat diminta merangkum arti kepedulian dalam satu kalimat.
Makna Kemerdekaan Sejati Menurut KOPRI
KOPRI memandang kemerdekaan sejati sebagai situasi ketika tidak ada lagi ketimpangan dalam hak dasar warga negara, termasuk hak atas kesehatan, pendidikan, dan akses ekonomi.
“Bagi kami, kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari kemiskinan struktural dan diskriminasi,” tutur Sirta.
Ia menjelaskan bahwa gerakan ini juga merupakan bentuk kritik sosial terhadap kondisi saat ini. Meski tidak disampaikan secara frontal, gerakan ini menjadi pengingat bahwa tanggung jawab kesejahteraan tidak hanya milik negara, melainkan kerja bersama seluruh elemen masyarakat.
Menariknya, kegiatan ini tidak eksklusif untuk kader pergerakan, melainkan terbuka untuk semua kalangan.
“Prinsip KOPRI Peduli adalah inklusif. Siapa pun yang membutuhkan layanan atau ingin berkontribusi dipersilakan hadir,” jelas Sirta.
Rangkaian “Bakti KOPRI untuk Negeri”
Dalam rangkaian tiga hari, KOPRI Peduli menyelenggarakan sejumlah kegiatan sebagai bentuk nyata kontribusi perempuan dalam pembangunan bangsa. Berikut agenda lengkapnya:
1. Jumat, 15 Agustus 2025 | Aula Universitas Indonesia
-
Launching Program “KOPRI Peduli”
-
Ministerial Talk bersama tokoh perempuan dan pemangku kebijakan nasional
2. Sabtu, 16 Agustus 2025 | Sekretariat PB PMII
-
Donor Darah & Pemeriksaan Kesehatan Gratis
-
KOPRI EXPO (Pameran UMKM & Karya Perempuan)
Pendaftaran: bit.ly/FormKopriPeduli
3. Minggu, 17 Agustus 2025 | Sekretariat PB PMII
-
Upacara Bendera & Lomba 17-an
-
Konser Amal & Pesta Rakyat
Menutup penyampaiannya, Sirta menegaskan, “Hari ini kita bukan hanya merayakan kemerdekaan, tapi menghidupinya. Mari kita pastikan, kemerdekaan ini dirasakan oleh semua, tanpa terkecuali.”
Ia juga menyampaikan bahwa makna kemerdekaan tidak seharusnya berhenti pada seremoni atau simbol semata. Menurutnya, kemerdekaan harus diwujudkan dalam bentuk aksi nyata yang mampu menyentuh dan menguatkan seluruh lapisan masyarakat, khususnya mereka yang selama ini masih terpinggirkan.**