Hablum Minannas ala Perempuan PMII, Ini Pesan Ketua Bidang Agama KOPRI PB Menjelang Natal 2025
KOPRI.ID - Menjelang perayaan Natal 2025, kader perempuan KOPRI PB PMII diingatkan akan peran strategis mereka dalam menjaga perdamaian dan kerukunan antarumat beragama. Noor Khayati, Ketua Bidang Agama KOPRI PB PMII, menekankan bahwa perempuan sering berada di akar rumput sehingga memiliki posisi unik untuk memulai perubahan.
“Kita tahu kalau perempuan itu memiliki positioning strategis dalam menjaga misi perdamaian karena sering berada di akar rumput. Kita sebagai kader perempuan bisa mulai dari keluarga, dengan menjaga komunikasi agar berjalan dengan baik sehingga isu ekstrimisme akan hilang dengan sendirinya,” ujar Noor Khayati dalam wawancara pada Selasa (23/12).
Selain menjaga harmonisasi di lingkungan keluarga, kader perempuan didorong untuk memanfaatkan media sosial secara positif. Mengingat sebagian besar kader KOPRI adalah generasi Z, platform digital menjadi sarana efektif untuk menolak ujaran kebencian, menyebarkan narasi keberagaman, dan memperkuat toleransi.
Khayati menekankan, “Mungkin kita bisa melalui media sosial juga karena sebagian besar kader merupakan Gen Z dengan cara menyebarkan narasi positif tentang keberagaman, bukan memperbesar perbedaan, dan tidak ikut menyebar ujaran kebencian.”
Dalam perspektif pendidikan nilai-nilai pergerakan, Noor Khayati juga mengajak kader perempuan untuk menginternalisasi nilai KOPRI, terutama hablum minannas hubungan baik dengan sesama manusia. Nilai ini bukan sekadar teori, tetapi bisa diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, mulai dari keluarga, lingkungan komunitas, hingga ruang publik.
“Mari kita implementasikan Nilai Dasar Pergerakan, hablum minannas dengan tidak menjadikan agama sebagai sekat yang memisahkan manusia, tapi menjadikan kemanusiaan sebagai titik temu untuk merawat keberagaman dan perdamaian,” jelas Khayati.
Pendekatan ini juga menjadi langkah preventif dalam menghadapi ekstremisme. Dengan menjaga komunikasi harmonis dalam keluarga dan komunitas, perempuan dapat mengurangi risiko radikalisasi dan intoleransi sejak lingkup terkecil melalui isu yang relevan mencakup penguatan karakter, kepemimpinan perempuan, edukasi perdamaian sejak dini, serta pembentukan komunitas inklusif dan toleran dilingkungan sekitar.
Menjelang Natal, pesan ini menjadi pengingat bagi seluruh kader perempuan KOPRI untuk merawat kerukunan tidak harus dimulai dari hal besar, tetapi bisa dimulai dari langkah-langkah kecil di keluarga, komunitas, dan ruang digital. Setiap langkah kecil perempuan dalam menyebarkan toleransi dan nilai kemanusiaan adalah kontribusi nyata bagi perdamaian yang berkelanjutan.**