Dukung Perempuan Tembus Dunia Kerja, KOPRI PB PMII Jalin Kerja Sama Strategis dengan Binalavotas

KOPRI.ID — KOPRI PB PMII melakukan audiensi dengan Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Jumat (8/8). Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Direktorat Binalavotas ini membahas penguatan kapasitas perempuan muda melalui pelatihan vokasi, program magang, dan sertifikasi keterampilan kerja.

Audiensi diikuti langsung oleh Ketua Bidang Ketenagakerjaan KOPRI PB PMII, Cici Arianti, bersama jajaran pengurus di antaranya Surtini (Ketua Bidang UMKM dan Koperasi), Faiz Nur Faiqoh (Sekretaris Bidang Aparatur), Hirma (Sekretaris Bidang Hukum dan Advokasi), dan Nurima Masri (Sekretaris Bidang Maritim). Dari pihak Binalavotas, hadir Dirjen Binalavotas Agung Nur Rohmad.

Fokus pada Program Magang In Out

Dalam kesempatan tersebut, KOPRI PB PMII menyoroti potensi besar program Magang In Out sebagai jembatan penghubung antara dunia pendidikan dan dunia kerja.

Skema ini dinilai mampu memberikan pengalaman kerja praktis berbasis industri sekaligus mengurangi angka pengangguran terdidik perempuan.

“Kami mendorong adanya kuota khusus perempuan dalam program Magang In-Out, serta pemerataan informasi bagi mahasiswa di seluruh daerah,” ujar Cici Arianti. 

Ia menambahkan KOPRI siap menjadi mitra strategis dalam sosialisasi, rekrutmen, dan pendampingan peserta magang, termasuk pada pilot project yang berbasis kampus maupun komunitas.

Perluasan Akses Pelatihan Vokasi dan Sertifikasi

Selain pemagangan, KOPRI juga mengusulkan agar kader-kader perempuan mendapatkan akses prioritas pada pelatihan berbasis kompetensi di bidang digital, kewirausahaan, dan jasa produktif.

KOPRI menekankan pentingnya pelatihan yang responsif gender, mulai dari penyesuaian jadwal hingga perlindungan peserta selama pelatihan.

Rencana Tindak Lanjut

Pertemuan ini menghasilkan beberapa rencana konkret, di antaranya:

1. Workshop Nasional pengenalan program Magang In Out dan pelatihan vokasi.

2. Penjajakan penandatanganan MoU pemagangan antara KOPRI PB PMII dengan Binalavotas.

3. Kolaborasi langsung dengan balai-balai pelatihan di seluruh Indonesia.

Cici Arianti menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah menyiapkan peserta magang sesuai target yang diusulkan Binalavotas “Tindak lanjutnya, kami berharap ada MoU pemagangan bersama Binalavotas. Nantinya, kami akan bekerja sama langsung dengan balai-balai pelatihan yang ada di Indonesia. Bahkan, kami diminta menyiapkan minimal 100 orang peserta untuk program magang ini,” ujarnya.

Audiensi ditutup dengan komitmen kedua belah pihak untuk memperkuat sinergi dalam peningkatan daya saing tenaga kerja muda, terutama perempuan, melalui program yang inklusif, relevan, dan adaptif terhadap kebutuhan industri.**