Dihadiri Tokoh Nasional! Inilah 5 Momen Paling Bersejarah di Harlah ke 58 KOPRI
KOPRI.ID - KOPRI PB PMII merayakan Puncak Harlah ke-58 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta dengan tema “Perempuan Kuat, Indonesia Hebat.” Acara diisi launching Buku Bunga Rampai 58 Tokoh Perempuan Inspiratif, pemberian penghargaan untuk tokoh serta cabang progresif, dan peluncuran Koperasi Inspirasi KOPRI sebagai langkah penguatan ekonomi kader perempuan hingga Deklarasi KOPRI bersama dengan PKC KOPRI Se-Indonesia (10/12).
Rangkaian harlah tersebut turut dihadiri tokoh nasional, termasuk Ketua IKA Perempuan PB PMII Luluk Nur Hamidah, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nur Laela, dan Sekretaris Menteri Koperasi RI Ahmad Zabidi yang mengukuhkan delapan anggota Koperasi Inspirasi KOPRI. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta diwakili oleh Kepala Kesbangpol Muhamad Matsani.
Ketua KOPRI PB PMII Wulan Sari menegaskan bahwa Harlah ke-58 adalah momentum meneguhkan identitas KOPRI sebagai ruang pemberdayaan perempuan.
“KOPRI telah menjadi ruang berdaya dan berkompetisi. Kader perempuan harus menjaga tiga nilai utama: kompetensi, integritas, dan spiritualitas,” ujarnya.
Ia juga menegaskan komitmen KOPRI melawan kekerasan terhadap perempuan sebagai bagian dari agenda advokasi organisasi.
Mewakili Gubernur Jakarta, Kepala Kesbangpol Muhamad Matsani mengapresiasi kontribusi KOPRI.
“Jakarta tidak akan berarti tanpa peran perempuan. Dedikasi KOPRI menjadi teladan bagi gerakan pemberdayaan,” katanya.
Ketua Umum PB PMII Shofiyullah Cokro menyebut KOPRI semakin menunjukkan perannya bagi bangsa.
“KOPRI telah membuktikan identitasnya sebagai perempuan kuat untuk Indonesia hebat,” katanya.
Sekretaris Menteri Koperasi RI Ahmad Zabidi mengapresiasi peluncuran koperasi kader perempuan ini dan menyebut KOPRI memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan ekonomi baru di lingkungan PMII dan NU.
Dengan Harlah ke-58 ini, KOPRI PB PMII menegaskan peran strategis perempuan dalam pembangunan bangsa tidak hanya bergerak dalam advokasi dan kepemimpinan, tetapi juga memasuki ruang ekonomi kolektif untuk masa depan Indonesia yang lebih inklusif.**