Desember Spesial! KOPRI PB PMII Gerak Serentak Tanam Pohon di Seluruh Indonesia Melalui KOPRI Eco Movement

KOPRI.ID - Dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-58, KOPRI PB PMII secara resmi meluncurkan program nasional bertajuk KOPRI Eco Movement melalui aksi penanaman pohon dan edukasi lingkungan yang dipusatkan di kawasan Rumpin, Bogor, Minggu (7/12).

Program ini menandai komitmen jangka panjang KOPRI dalam isu ekologis dan menjadi agenda prioritas yang disiapkan sejak awal tahun. Kegiatan peluncuran ini menjadi momentum penting bagi kader perempuan PMII untuk mengambil peran nyata dalam isu lingkungan, bukan hanya bergerak pada ranah sosial dan pemberdayaan. Aksi serentak ini dilaksanakan tidak hanya di Bogor, tetapi juga berbagai daerah lainnya, termasuk wilayah pesantren, pesisir, dan cabang-cabang organisasi KOPRI di seluruh Indonesia.

Ketua Bidang Lingkungan Hidup KOPRI PB Maysaroh, menyampaikan bahwa KOPRI Eco Movement merupakan identitas baru gerakan ekologis berbasis kader perempuan. Ia menekaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi akan menjadi konsistensi organisasi.

“Gerakan Eco Movement ini merupakan rangkaian peringatan Harlah ke-58 yang menegaskan bahwa KOPRI bukan hanya wadah organisasi perempuan, tetapi ruang kontribusi nyata terhadap isu lingkungan. November telah resmi kami tetapkan sebagai bulan menanam KOPRI. Gerakan ini akan terus hidup sebagai budaya di seluruh wilayah Indonesia,” ujarnya.

Gerakan tersebut telah menyasar sejumlah aksi strategis, di antaranya Penanaman pohon di sejumlah pondok pesantren, Penanaman mangrove sebanyak 5.000 bibit di wilayah pesisir dan Penanaman serentak oleh kader KOPRI cabang dan pengurus daerah.

Sementara itu, Ketua PB KOPRI PMII Wulan Sari menegaskan bahwa KOPRI Eco Movement merupakan program yang lahir dari kesadaran internal kader perempuan, bukan reaksi terhadap bencana atau peristiwa sesaat.

“Ini merupakan program yang muncul dari gagasan kader perempuan KOPRI sendiri bahwa KOPRI harus mencintai bumi. Target awal kami sederhana: ada 500 ribu kader aktif dan setiap kader menanam satu pohon. Apa yang kita lakukan hari ini bukan untuk kita saja, melainkan untuk anak cucu kita,” jelasnya.

Ia juga menyebut bahwa gerakan ini merupakan ekspresi spiritual yang berdampak panjang.

“Kalau dalam agama kita, salah satu amal jariyah adalah sesuatu yang terus memberi manfaat. Pohon yang kita tanam hari ini adalah harapan yang akan kita wariskan,” tambah Wulan.

Peluncuran gerakan ini turut dibuka secara simbolis oleh Direktur Rehabilitasi Hutan, Nicholas Nugroho yang mewakili Menteri Kehutanan RI. Ia menyambut positif langkah KOPRI sebagai gerakan masyarakat sipil yang memperkuat agenda nasional rehabilitasi lahan dan hutan kritis.

“Memulihkan lingkungan bukan hanya tugas pemerintah. Ini memerlukan partisipasi publik dan kelembagaan masyarakat, seperti yang dilakukan KOPRI PB hari ini. Penanaman penting, namun yang lebih penting adalah merawat,” tegasnya.

KOPRI PB PMII menyampaikan bahwa program ini merupakan inisiatif organisasi yang telah dirancang sejak pelaksanaan Rakornas di awal tahun. Hal ini menegaskan bahwa gerakan ekologis KOPRI bersifat proaktif, strategis, dan berkelanjutan.

Pelaksanaan KOPRI Eco Movement juga menjadi bukti bahwa kader perempuan mampu memimpin gerakan lingkungan yang berbasis edukasi, aksi langsung, dan keberlanjutan. Program ini diproyeksikan akan terus berjalan secara struktural mulai dari pusat hingga ke tingkat rayon di seluruh Indonesia.**