Bukan Bencana Jadi Program! Ini Pesan Luluk Nur Hamidah untuk Ambil Peran Secara Nyata dan Berdampak

KOPRI.ID - Ketua Ikatan Keluarga Alumni Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Perempuan (IKA PB Perempuan PMII), Luluk Nur Hamidah saat memberikan sambutan pada puncak HARLAH KOPRI Ke 58 menegaskan peran strategis Korps PMII Putri (KOPRI) sebagai kekuatan moral dan gerakan sosial yang konsisten menyatukan nilai dan tindakan nyata di tengah berbagai persoalan bangsa, khususnya krisis ekologi.

Dalam pernyataannya, Luluk menyampaikan bahwa ia menyaksikan langsung transformasi KOPRI yang kian matang sebagai organisasi kader perempuan. Menurutnya, KOPRI tidak hanya berkembang secara struktural, tetapi juga ideologis dengan menjadikan nilai perjuangan sebagai praktik nyata di lapangan.

“Saya menyaksikan KOPRI terus bertumbuh dan bergerak menjadi organisasi yang menyatukan kata dan perbuatan,” ujar Luluk.

Ia menyoroti bahwa berbagai bencana yang terjadi saat ini tidak bisa lagi dipandang semata sebagai bencana alam biasa, melainkan merupakan bencana ekologi yang lahir dari kebijakan pembangunan yang abai terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Ini bukan sekadar bencana alam, tetapi bencana ekologi. Di sinilah KOPRI hadir sebagai kekuatan yang bersuara,” tegasnya.

Sebagai organisasi kader pergerakan, Luluk menilai KOPRI memiliki tanggung jawab historis dan moral untuk tidak bersikap pasif. Menurutnya, kader PMII, khususnya KOPRI, tidak boleh hanya menjadi penonton atas persoalan bangsa, melainkan harus berani mengingatkan para pengambil kebijakan.

“Sebagai kader pergerakan, kita bukan hanya menonton, tetapi juga mengingatkan seluruh pengambil kebijakan agar pembangunan bertumbuh pada kebijakan yang berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.

Lebih jauh, Luluk menekankan pentingnya kepemimpinan perempuan yang tidak hanya simbolik, tetapi substantif dan visioner. Ia menyebut kepemimpinan perempuan yang inspiratif adalah kepemimpinan yang mampu menghadirkan harapan dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat.

“Kepemimpinan perempuan yang inspiratif adalah kepemimpinan yang menghadirkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Luluk menyampaikan pesan penuh semangat kepada kader-kader KOPRI agar terus bergerak dan menjaga api perjuangan. Ia meyakini KOPRI memiliki peran besar dalam membangun kesadaran kolektif dan mendorong perubahan sosial.

“Teruslah bergerak dan jadilah api yang terus menyala,” pungkasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan posisi KOPRI bukan hanya sebagai organisasi kader perempuan, tetapi juga sebagai kekuatan kritis yang konsisten mengawal isu-isu strategis bangsa, mulai dari keadilan ekologis hingga arah kebijakan pembangunan yang berpihak pada masa depan.

Pada akhirnya, pesan yang disampaikan Luluk Nur Hamidah menegaskan bahwa krisis ekologi tidak cukup disikapi dengan empati sesaat, tetapi menuntut keberanian untuk bertindak secara kolektif. KOPRI hadir bukan sekadar sebagai saksi atas berbagai persoalan bangsa, melainkan sebagai kekuatan moral yang mengubah kesadaran menjadi aksi nyata. Dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan bersama, lahir gerakan tanpa batas yang mampu menjawab tantangan zaman. Bukan bencana yang diwariskan, melainkan tanggung jawab untuk menjadikannya program dan harapan bagi masa depan.